Jumat, 08 April 2011

Tantangan Baru para Kartini di Era digital

Bulan ini bulan April seperti biasa bangsa Indonesia pasti akan memperingati apa yang disebut sebagai Hari Kartini yaitu peringatan hari lahirnya seorang pejuang hak2 perempuan Indonesia yaitu Raden Ajeng Kartini yaitu tepatnya tanggal 21 April.

Sebaiknya kita tidak terjebak dengan hal2 yang bersifat seremonial dan birokrasi semata dalam memperingati hari Kartini tapi tetap menyemangati & meneruskan visi dan misi perjuangan dari beliau. Apalagi jaman sekarang adalah kata orang2 sih jaman digital, jaman informasi jaman dimana informasi menjadi panglima kemajuan masih banyak misi dan visi dari RA. Kartini yang belum terwujudkan dan itu merupakan tugas kita semua sebagai generasi penerus bangsa.

Kalau pada jaman beliau tantangan akan persamaan derajat hak laki-laki dan perempuan atau sering disebut sebagai emansipasi perempuan menjadi perhatiannya. Pada jaman sekarang mungkin secara global bisa dirasakan bahwa sudah banyak perempuan yang mampu menjalankan tugasnya sebagaimana kaum laki-laki. Banyak pekerjaan yang dulu didominasi kaum laki-laki sekarang sudah tidak lagi. Bahkan Presiden dan Menteri perempuan sudah pernah kita rasakan.

Tapi tantangan jaman digital ini sangat berbeda dengan jaman dulu, banyak tantangan sekarang yang butuh perhatian lebih dari kita. Berikut mungkin menjadi beberapa tantangan baru kita sebagai kartini2 dijaman digital ini yang harus bisa diselesaikan diantaranya :

- Trafficking Perempuan
Masih banyak anak gadis yang tertipu dengan rayuan gombal para makelar tenaga kerja yang mengaku akan mempekerjakan para gadis ini sebagai pekerja toko / buruh pabrik di Batam atau kota2 besar lainnya. Tapi apa daya saat disana mereka ditipu luar dalam dan ternyata dipekerjakan sebagai (maaf) pekerja se**, atau pelayan kafe dan karaoke dimana disitu berlaku perbudakan modern karena mereka di"pingit" & di"asrama"kan. Sungguh mengenaskan disaat para perempuan lain maju berprestasi ternyata masih ada saudara2 kita yang ditipu seperti itu.     

- Eksploitasi Tenaga Kerja Wanita Indonesia di Luar Negeri
Ini bukan berita baru karena sudah banyak kita mendengar para TKW kita yang menjadi korban kekerasan dan penyiksaan majikannya di Luar Negeri, bahkan yang ironis ada yang menjadi korban pemerkosaan. Apalagi perlindungan dari negara terhadap mereka sangat terbatas.

- Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)
Ini sebenarnya masalah internal rumah tangga yang harusnya diselesaikan tanpa melibatkan orang lain tapi kalau sudah menyangkut kekerasan berati sudah mengarah ke tindakan kriminal. Banyak korbannya adalah para isteri yang walau sudah berpendidikan tinggi tapi mereka enggan melapor karena merasa membuka aib sendiri atau untuk menjaga keutuhan keluarga atau bahkan untuk menjaga perasaan anak2nya. Sehingga memang masalah ini menjadi kompleksitas tersendiri karena menyangkut keluarga dan keberanian korban untuk melapor. Bahkan untuk kekerasan yang mendalam diperlukan pendampingan khusus bagi para korban

Mungkin 3 masalah diatas adalah baru beberapa tantangan baru yang dialami Para Kartini di era digital ini. Tentu kita harus saling bersinergi dalam menyelesaikan masalah tersebut. Dibutuhkan kerjasama antara pemerintah, rakyat dan para aktivis perempuan. Pendidikan dan kehidupan ekonomi yang tidak merata adalah salah satu penyebab kenapa hal diatas dapat terjadi. Termasuk diantaranya kurangnya akses terhadap informasi. Khusus masalah KDRT mungkin pendidikan dan ekonomi bukan penyebab utama tapi perilaku pelaku dan keberanian korban yang harus diperhatikan termasuk pengaruh lingkungan sekitarnya.

Salah satu solusi yang mungkin bisa membantu adalah melakukan sosialisasi2 mengenai pentingnya pendidikan melalui berbagai media termasuk diantaranya dengan memanfaatkan IT sebagai sarana sosialisasi termasuk untuk kepentingan advokasi dan publikasi agar masalah2 diatas mendapat perhatian publik dan pemerintah.    

Moga saja sedikit uneg2 ini bisa menjadi perhatian para Kartini modern dalam memperjuangkan dan meneruskan misi dan visi beliau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar