Senin, 04 April 2011

Penataan Kota dengan Komputasi yang Pintar

Tiap hari tiap pagi dan sore di Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia tentu tidak asing dengan yang namanya kemacetan lalu lintas. Demikian juga saat Hujan Lebat kita juga tidak asing dengan yang namanya Banjir Kota. Bayangkan bila kita tiap hari dicekam dengan perasaan seperti itu makin lama hidup kita tidak nyaman dan aman. Untuk itu kita butuh yang namanya solusi yang pintar atau sering disebut sebagai Kota Yang Pintar (Smarter Cities) sebagai bagian dari mendukung Dunia yang pintar (Smarter Planet).

Untuk membangun Kota Yang Pintar juga harus ditopang oleh pemerintahan kota (termasuk parlemen) yang mau mendengarkan, memahami, dan merespon kebutuhan warga dan pelaku bisnis.Mewujudkan Kota Yang Pintar adalah dengan menjadikan kota yang nyaman, aman dan mempunyai standar kehidupan yang layak bagi warganya. Hal ini bisa dicapai lewat pendekatan sistem komputasi yg lebih pintar tentunya. Yaitu mengoptimalkan penggunaan seluruh informasi yang tersedia secara terkoneksi & terintegrasi ke arah yang lebih baik dan mengontrol operasi dan optimalisasi penggunaan sumber daya yang terbatas seperti air, energi, tanah dsbnya, menyeimbangkan kebutuhan sosial, komersial, & lingkungan, dengan mengoptimalkan seluruh sumberdaya yang tersedia.

Caranya yaitu dengan penggunaan IT yang terpadu untuk mendesain, membangun, dan mengoperasikan seluruh infrastruktur kota. Dengan IT semua variabel pengambilan keputusan & operasional dapat terintegrasi sehingga semua aspek sudah teranalisis.

Contoh yang bisa kita lihat adalah dalam memanajemen lalu lintas jalan raya mungkin perlu dibangun sistem informasi lalu lintas terintegrasi secara realtime. Disana terangkum sistem traffic light terpadu , pemantau kemacetan, pemantau banjir dan sebagainya. Sistem tersebut dapat menganalisis kondisi lalu lintas beberapa menit kedepan sehingga ketika suatu saat rute tertentu macet bisa dialihkan dengan segera ke jalur alternatif yang ada.

Salah satu institusi swasta yang mempunyai kepedulian & perhatian terhadap penggunaan masalah komputasi terhadap penataan kota adalah IBM System. Mereka mempunyai program yang disebut Smarter Planet. IBM sendiri  menetapkan Kota Jakarta sebagai sebagai salah satu penerima hibah IBM Smarter Cities Challenge. Sehingga Jakarta akan mendapatkan bantuan dari pakar-pakar terbaik IBM untuk menganalisa dan merekomendasikan Jakarta menjadi tempat kerja dan tinggal yang lebih baik.

IBM Smarter Cities Challenge adalah sebuah program hibah kompetitif di mana IBM memberikan bantuan teknologi dan layanan dengan nilai total $ 50 juta kepada 100 pemerintah kota di seluruh dunia selama tiga tahun mendatang. Para pakar IBM pilihan akan memberikan analisa dan rekomendasi kepada para pemimpin kota untuk mendukung pertumbuhan, memberikan layanan perkotaan yang lebih baik, memperluas keterlibatan publik, dan meningkatkan tingkat efisiensi

Moga2 dengan kerjasama ini akan terlihat hasilnya dalam beberapa waktu mendatang. 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar