Senin, 10 Januari 2011

Tidak semua yang ramah lingkungan itu ramah lingkungan


Saat ini kita sering mendengar banyak barang yang menyatakan dirinya sebagai produk hijau alias sudah ramah lingkungan. Tapi benarkah sudah ramah lingkungan. Memang belum ada standar khusus semacam ISO atau SNI yang menyatakan suatu produk dikatakan sebagai ramah lingkungan atau bukan. Saat ini klaim tersebut baru sepihak saja dari produsen karena untuk keperluan pemasaran dan tuntutan peraturan serta  trend yang berkembang didunia saat ini.

Mungkin saja barang tersebut memang mudah didaur-ulang tetapi apakah proses produksinya juga sudah ramah lingkungan? Jadi bisa saja produknya sudah ramah lingkungan tapi prosesnya tidak ramah lingkungan. misalkan : dengan buang limbah produksi ke sungai-sungai tanpa melalui proses pengolahan limbah yang memadai atau cerobong asapnya mengeluarkan polusi udara diatas standar yang diatur. Bukan hanya hasil akhir, proses tapi juga bahan bakunya juga sudah ramah lingkungankah?

Memang kita sebagai konsumen akan susah untuk melakukan audit apakah produk yg ramah lingkungan juga prosesnya ramah lingkungan. Pertama karena jumlah produk yang ada di pasaran jumlahnya ribuan item dari ribuan pabrik/perusahaan, Kedua belum ada lembaga atau badan yang benar2 kredibel dapat mewakili konsumen dalam melakukan penilaian apakah suatu produk dikatakan ramah lingkungan dan proses dan bahan bakunya juga ramah lingkungan. Ketiga, kalau kita langsung mengecek ke pabrik2 tentu saja akan ditolak mentah2.Kalo kita peduli lingkungan tentu dari lini sampai hulu juga ramah lingkungan , jangan hanya hasil akhirnya saja ramah lingkungan.

Tapi jujur saja memang sebaiknya kepedulian lingkungan itu datangnya memang dari kesadaran sendiri , dimulai juga dari diri sendiri dengan memberi contoh yang langsung. Jangan hanya kita menuntut saja tapi diri kita sendiri sebagai pengguna produk/barang juga tidak pedul lingkungan.  
 

1 komentar: